Info Kesehatan
Video Kanker Serviks (Mulut Rahim)
Kanker mulut rahim atau kanker serviks telah menjadi penyakit nomor 1 yang telah membunuh banyak wanita di Indonesia. Setiap jam, satu wanita meninggal karena penyakit ini. Jenis kanker reproduksi ini penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti keputihan yang dibiarkan tanpa diobati, penyakit menular sekzual, HIV/AIDS, pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin serta membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih.
Nah, Bagi para wanita yang sudah memasuki usia kematangan sekzual, sudah semestinya memberikan prioritas yang lebih dalam menjaga kesehatan organ reproduksi wanita. Karena organ reproduksi ini merupakan organ yang rentan terhadap penyakit apabila tidak dirawat dengan baik.
Mari kita cegah Kanker Serviks!
Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Deteksi kanker serviks dengan Pap Smear
Mendeteksi kanker serviks sejak dini dapat membantu mencegah penyebaran penyakit yang menjadi momok menakutkan ini. Nah, bagaimanakah cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV, yang merupakan penyebab kanker serviks? Perubahan-perubahan sel di dalam leher rahim bisa terjadi tanpa adanya tanda-tanda fisisk ataupun rasa sakit sekecil apapun. Apabila tidak dideteksi dan ditangani dengan baik, dapat saja menjadi kanker. Ada beberapa cara mendeteksi kanker serviks sejak dini. Di bawah ini adalah cara-cara pendeteksian kanker serviks yang bisa dilakukan.
1. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode Pap smear
Papanikolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi yang dicetuskan oleh Dr. George N. Papanicalaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap smear merupakan pemeriksaan sederhana untuk penapisan awal dari gejala kanker leher rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Metode Pap smear yang umum dilakukan yaitu dokter menggunakan pengerik untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim untuk kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes ini dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut perkiraan, di Inggris Pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap smear sekali setahun.
2. Deteksi Kanker Serviks dengan Metode IVA
IVA merupakan salah satu metode pendeteksian kanker serviks sejak dini. IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat adalah metode baru deteksi dini kanker serviks dengan mengoleskan asam asetat (cuka) ke dalam leher rahim. Bila terdapat lesi kanker, maka akan terjadi perubahan warna menjadi agak keputihan pada leher rahim yang diperiksa. Metode tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan papsmear yang selama ini lebih populer. Anda dapat melakukan metode IVA ini di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
3. Deteksi Kanker Serviks dengan ThinPrep Pap Test
Metode ThinPrep Pap Test merupakan pengembangan dan perbaikan pertama terhadap Pap Smear untuk mengatasi sebanyak mungkin kelemahan yang terdapat pada Pap Smear. Para Peneliti di seluruh dunia menyimpulkan kalau metode ThinPrep Pap Test ini lebih akurat dibanding paptTest biasa dengan menurunkan angka negatif palsu.
4. Deteksi Kanker Serviks dengan Tes DNA
Tes DNA terhadap Human Papilloma Virus (HPV) merupakan salah satu cara ampuh untuk mendeteksi kanker serviks. Cara ini dianggap menjadi pilihan terbaik untuk mendeteksi jenis kanker serviks pada wanita berusia 30 tahun atau lebih. Tes DNA ini berfungsi mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus (HPV) penyebab kanker leher rahim. Hasil tes DNA ini terbukti lebih akurat dibanding dengan metode tes Pap Smear.
Nah, itulah beberapa cara mendeteksi keberadaan Human virus HPV pada wanita. Dengan mengetahui cara mendeteksi kanker serviks sejak dini diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran kanker serviks yang mematikan ini.
Kanker Serviks – 7 Fakta Penting yang Wajib Anda Ketahui
Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker leher rahim memang bukan sesuatu yang asing bagi kita, terutama bagi kaum wanita. Kanker serviks menjadi penyakit yang paling mengerikan saat ini. Berikut beberapa fakta penting tentang kanker serviks yang wajib Anda ketahui :
Apa itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini bisa datang dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih tinggi. Salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks adalah menggunakan metode Pap smear. Di negara berkembang seperti Indonesia, penggunaan program pengamatan leher rahim (Pap smear) mengurangi insiden kanker serviks yang sangat signifikan, yaitu sebesar 50% atau lebih. (id.wikipedia.org)
Apa bahaya penyakit kanker serviks?
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar lebih dari 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Dan yang lebih menyedihkan lagi, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.
Apa saja Penyebab Kanker Serviks?
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Bagaimana Cara Penularan Kanker Serviks?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karena itu, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
Apa sajakah Gejala Kanker Serviks?
Kanker serviks pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala seperti perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal yang berwarna kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah.
Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
- keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
- perdarahan di luar siklus menstruasi.
- penurunan berat badan secara drastis.
- muncul rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim.
- hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal
- Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
Apakah Kanker Serviks bisa disembuhkan?
Kanker serviks bukanlah penyakit mudah, dan biasanya penyakit ini terdeteksi setelah pada stadium lanjut sehingga sulit sekali untuk bisa sembuh dengan total. Pengobatan terhadap kanker serviks ini akan lebih mudah jika kanker tersebut bisa terdeteksi dari awal. Secara umum ada 2 jenis pengobatan kanker, yaitu pengobatan medis seperti operasi, kemoterapi, radioterapi ataupun terapi pengobatan alternatif seperti penggunaan obat herbal, terapi akupunktur dan lain-lain. Maka dari itu, melakukan pencegahan sejak dini lebih baik daripada melakukan pengobatan.
Bagaimana Cara Pencegahan Kanker Seviks?
Beberapa cara mencegah kanker serviks ini dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi dan program skrinning. Di negara maju, kasus kanker serviks ini sudah mulai menurun dengan adanya program deteksi dini melalui metode pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.
Nah itulah 7 fakta singkat yang wajib Anda ketahui mengenai penyakit kanker serviks pada wanita. Dengan mengetahui fakta-fakta tersebut, diharapkan Anda sebagai wanita mempunyai pengetahuan yang cukup agar terhindar dari kanker serviks ini.
Myoma Rahim – Penyebab dan Pengobatan Myoma
Apa itu Myoma?
Myom/miom (Fibroid, Leiomioma, Fibromioma) atau sering disebut juga dengan myoma/mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa, sehingga disebut juga dengan myoma rahim atau myoma uteri. Karena sesuatu hal di dalam rahim, maka pada bagian tertentu tumbuh terus-menerus dan membesar sehingga membentuk benjolan yang kenyal dan padat. Benjolan ini letaknya bisa bermacam-macam pada rahim dan ukurannya juga bermacam-macam. Myoma rahim merupakan jenis tumor jinak pada rahim yang paling sering terjadi, diduga 20 % wanita usia 35 tahun menderita myoma walaupun tidak bergejala. Myoma rahim tidak pernah terjadi setelah menopause, bahkan yang telah adapun biasanya mengecil bila mendekati masa menopause.
Apa saja Gejala Myoma Rahim?
Gejala myoma rahim atau keluhan yang ditimbulkan oleh adanya myoma ini bermacam-macam tergantung letak tumor tersebut dan tentu tergantung pula ukurannya. Gejala myoma tersebut antara lain:
- Perdarahan menstruasi yang banyak atau lama
- Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi
- Tekanan atau perasaan berat di daerah panggul selama atau diantara 2 siklus menstruasi
- Buang air kecil atau besar terganggu
- Perut membengkak
- Kemandulan akibat penyumbatan tuba falopii atau distorsi rongga rahim.
- dan sebagainya.
Penyebab Myoma Rahim
Penyebab myoma rahim belum diketahui, tapi tampaknya dipengaruhi oleh kadar estrogen. myoma seringkali bertambah besar selama kehamilan dan mengecil setelah menopause. Selama penderita masih mengalami siklus menstruasi, myoma mungkin akan terus tumbuh meskipun pertumbuhannya sangat lambat. Bisa hanya ditemukan 1 myoma, tetapi bisa juga tumbuh beberapa buah myoma.
Pengaruh Myoma Rahim pada Kehamilan
- dapat menimbulkan kelainan letak janin
- dapat pula menghalangi jalan lahir
- dapat menimbulkan perdarahan setelah melahirkan
- kemungkinan abortus menjadi besar
Myoma mungkin menurunkan kesuburan tetapi tidak jarang kita melihat adanya kehamilan dengan myoma bahkan myoma yang besar disusul dengan persalinan yang normal. Maka, apabila tidak ada sebab sebab ketidaksuburan lainnya, dapat dilakukan myomectomi (pengangkatan myoma) untuk memperbesar kemungkinan kehamilan angka kehamilan setelah myomectomi berkisar 25-40%.
Ikuti saja saran dokter anda, untuk dipantau perkembangannya selama 3 bulan kedepan, karena tindakan selanjutnya bergantung perkembangan myoma itu sendiri. Kemungkinan untuk bisa hamil ketika myoma masih ada bisa saja terjadi.
Pengobatan Myoma Rahim
Pengobatan myoma yang dilakukan tergantung kepada beratnya gejala, usia penderita, status kehamilan, rencana kehamilan pada masa yang akan datang, kesehatan menyeluruh dan karakteristik myoma / fibroid.
Miomektomi (pengangkatan mioma) biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum mengalami menopause dan memiliki rencana untuk hamil lagi karena biasanya kesuburan tetap terjaga. Miomektomi dilakukan jika ukurannya terus membesar atau menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Gambar diatas adalah tiga buah mioma yang berhasil diangkat ditambah bonus kista coklat dari seorang wanita yang telah belum mendapatkan buah hati dalam 3 tahun pernikahannya (sumber: mybabyprogram.com).
Embolisasi arteri rahim merupakan prosedur baru, dimana sebuah selang kecil dimasukkan melalui vena di selangkangan lalu ke dalam arteri yang menuju ke rahim. Melalui selang ini disuntikkan zat untuk menyumbat arteri secara permanen. Berkurangnya aliran darah ke rahim diharapkan bisa mencegah pertumbuhan tumor lebih lanjut dan akhirnya tumor mengecil.
Apabila anda malas atau takut untuk menjalani pemeriksaan atau pengobataan seperti di atas, Anda juga bisa mencoba menggunakan obat dengan bahan dasar organik seperti Crystal X for Women untuk mengobati myoma rahim yang anda alami secara aman dan dengan efek positif yang tidak anda bayangkan sebelumnya.
Gambar Alat Reproduksi Wanita
Untuk lebih memperjelas pembahasan tentang sistem reproduksi wanita dan alat reproduksi wanita, berikut kami sajikan gambar anatomi alat reproduksi pada wanita dengan ukuran yang lebih besar.
Gambar Alat Reproduksi Wanita Tampak Depan

Gambar 1. Alat Reproduksi Wanita tampak depan
Gambar Organ Reproduksi Wanita Tampak Samping

Gambar 2. Alat Reproduksi Wanita tampak samping
Itulah dua gambar alat reproduksi wanita atau anatomi organ reproduksi pada wanita yang kiranya cukup jelas, mudah-mudahan bisa memperdalam pengetahuan anda mengenai sistem reproduksi pada wanita.









