Home » Info Kesehatan » Gejala Kista, Penyebab dan Jenis-jenis Kista

Gejala Kista, Penyebab dan Jenis-jenis Kista

Gambar Kista Ovarium dan Rahim NormalKista merupakan salah satu gangguan kesehatan pada wanita yang datang tanpa disadari. Padahal setiap diri wanita mempunyai potensi untuk mempunyai kista. Kista merupakan tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Umumnya bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya (Wikipedia).

Sebagian besar kista tumbuh di ovarium atau indung telur. Karena itulah kista identik dengan nama kista ovarium, walaupun sebenarnya juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).

Gejala Kista

Sebagian besar kista datang tanpa gejala. Seringkali diketahui secara kebetulan saat pemeriksaan dokter. Namun, pada beberapa orang dapat mengalami gejala kista seperti dibawah ini:

  • Kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
  • Siklus haid tidak teratur
  • Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
  • Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
  • Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
  • Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain. Kista juga kadangkala datang bersama keputihan.

Penyebab Kista

Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebut kista.

Jenis-jenis Kista

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Jenis-jenis kista ovarium:

  1. Kista fungsional. Paling sering terjadi, biasanya tak berbahaya. Ukuran tidak lebih dari 5 cm, bisa mengecil sendiri dalam 1-3 bulan.
  2. Kista serosum. Berisi cairan bening seperti perasan kunyit. Pembesarannya dipengaruhi siklus haid karena saat haid terjadi penambahan jumlah cairan dalam indung telur. Sering berubah menjadi kanker indung telur atau kanker ovarium, penyebab kematian nomor 2 perempuan Indonesia, setelah kanker payudara dan mulut rahim.
  3. Kista musinosum. Berisi cairan lendir mirip kanji yang bila pecah membuat lengket organ perut. Selain berbahaya, juga sulit diambil.
  4. Kista dermois. Cairan kista seperti mentega. Kandungannya bukan hanya cairan, tapi juga partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa kulit. Merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria atau wanita, bila m”meletus” selain lengket, benda-benda isi cairan bisa masuk ke perut sehingga sakit luar biasa.

Kista dan Pengaruhnya terhadap Kehamilan

Kista kecil dan jinak tidak mempengaruhi kesuburan. Bila kista hinggap di salah satu indung telur, karena kita memiliki sepsang indung telur, masih ada satu indung telur lainnya yang sehat sehingga bisa hamil. Kasus yang menyebabkan tidak bisa hamil adalah jika kista berkembang menjadi kanker indung telur. Satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan mengangkat organ reproduksi (indung telur atau rahim).

Pemeriksaan dan Pengobatan Kista

  • Kista dideteksi melalui pemeriksaan USG, riwayat penyakit (misalnya mengalami nyeri haid atau tidak), pemeriksaan fisik, laboraturium, dan bila perlu, MRI dan CT Scan.
  • Pada banyak kasus, kista indung telur tidak perlu penangangan medis atau operasi, karena akan hilang sendiri.
  • Kista kecil (kurang dari 5 cm), harus dipantau setiap 3 bulan sekali.
  • Operasi dilakukan bila kista indung telur membesar dan menimbulkan keluhan akibat peregangan organ sekitarnya.
  • Jika kista mengerah ke kanker, hasil pemeriksan tumor marker tinggi, akan dinyatakan kemungkinan kanker.
  • Bila kista ditemukan pada kehamilan, waktu tepat opreasi adalah di usia kehamilan 4- bulan, manakalan plasenta sudah terbentuk sehingga berisiko keguguran kecil.
  • Tingkat kesembuhan tergantung jenis kista. Kista neoplastik jinak bisa disembuhkan. Tetapi kista ganas belum pernah dinyatakan sembuh total karena selalu ada kemungkinan kambuh.
  • Kista juga bisa disembuhkan dengan obat-obatan alami seperti Natural Crystal X.

3 tanggapan untuk “Gejala Kista, Penyebab dan Jenis-jenis Kista”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *